4 Penyebab Bosan dan Solusinya
Cara Mengatasi Rasa Bosan
Di jaman yang tinggi mobilitas seperti sekarang ini, banyak orang cenderung lebih mudah terasa bosan. Padahal kalau kita lihat jaman sekarang banyak sekali kemudahan yang dapat dinikmati dari kemajuan teknologi. Kita bisa ke tempat jauh menggunakan kendaraan (bagi yang punya uang lebih), atau setidaknya dengan roda dua ke wisata terdekat, atau minimal bermain game di gadget, browsing, Instagram, Facebook, dsb. Berbeda dengan para leluhur kita yang dahulu belum ada teknologi semacam itu, mereka hidup seadanya namun tetap bisa hidup bahagia. Mereka bisa bertahan hidup dengan penuh rasa syukur dan memiliki prinsip yang mantabh. Sedangkan kita? ketika kita bosan sedikit saja rasanya sudah mau mati. Bentar-bentar "Ya Allah, ya Tuhan", bentar-bentar"Ah bosan banget", "pengen refreshing", "pengen ganti pekerjaan", "pengen ganti pacar!" (aduh). Setidaknya ada 4 hal penyebab kebosanan sekaligus solusinya.
Memang Monoton
Alasan pertama timbul rasa bosan adalah pengulangan kegiatan yang sama, yaitu kegiatan yang itu itu saja. Ngerjain laporan terus, jualan terus, ngurusin murid terus, ngurusin pasien terus. Ingatlah bahwa kita adalah manusia, bukan robot. Terjebak dalam rutinitas hingga ke titik susah keluar adalah berbahaya. Biasanya, solusinya kita harus sisipkan kegiatan yang berbeda dari rutinitas kerja kita. Misalkan cobalah hangout bersama teman, olah raga, atau ke alam. Minimal ngobrol dengan keluarga atau teman. Namun jika seharian sudah menghadapi gadget, sebaiknya hindari bersosial dengan gadget.
Untuk mengawali biasanya terasa sangat sulit, tapi awali saja, percayalah untuk ke depannya kamu akan terbiasa.
Perasaan Sementara
Siapa sih yang gak pernah mendidih ingin keluar dari pekerjaan sesegera mungkin karena bosan? Apalagi saat terik siang hari, kerjaan numpuk, ditambah tekanan dari atasan atau rekan kerja, duh! "Gilak bosen banget, gw harus keluar , pokoknya secepatnya gw harus keluar!"
Oke, yang paling tau keadaan kita memang diri kita sendiri, bukan orang lain. Tapi, hati-hati dengan perasaan sementara yang 'nongol' karena kondisi sementara. Belum tentu pekerjaanmu itu buruk, belum tentu relasimu itu buruk. Bisa jadi itu karena faktor lelah atau lapar. Lagipula apakah ada tempat yang tidak ada masalah? Apa ada pekerjaan yang tidak membosankan? Semua pekerjaan dan relasi pasti ada masalah dan saat-saat paling membosankan.
Jadi pastikan keputusan yang kamu buat adalah hasil dari pertimbangan yang matang, bukan emosi sesaat. Seringkali keputusan hasil amarah berakhir dengan penyesalan. Jadi jangan tertipu dengan perasaan sementara. Check lagi.
Kebal Senang
Taukah kamu bahwa kita bisa kebal dengan rangsangan kesenangan? Bisa. Buktinya kita tidak bisa tertawa terus terhadap lelucon yang terlalu sering. Sekali asik, kedua oke, ketiga biasa, keempat bosan, ya kan? Nah demikian dengan rangsangan kesenangan lainnya. Bermain game itu asik, tapi jika kita seharian bermain game akan membuat kita bosan dan candu. 1 jam puas, besoknya nambah 2 jam , besoknya 3, dan seterusnya sampai kita bosan. Kalau main game yang gampang saja sudah bosan, apalagi kegiatan lain yang membutuhkan effort lebih? Males banget.
Solusinya adalah manajemen kesenangan. Ya, jangan boros kesenangan. Simpan dulu buat nanti biar klimaks. kita harus buat sistem effort dan reward. Dulu kita protes kalau diatur jam ini itu oleh orang tua. Ternyata, aturan itu bukan menyengsarakan kita tapi membuat kita bisa merasakan kepuasan yang benar-benar puas.
Lalu bagaimana jika sudah terlanjur kebal? Solusinya adalah Dopamin detox.
duh apaan lagi tu dopamin detox? Intinya, kita harus stop total terhadap rangsangan hingga waktu yg ditentukan(seperti puasa), dengan tujuan menormalkan sensor/indra perasa kesenangan kita.
Too much a good stuffs is bad stuff.
Kurang Olah Raga
Akhir-akhir ini khususnya setelah outbreak Covid-19, banyak orang berolah raga. Alasan utama biasanya menambah daya tahan tubuh. Ada yang bertujuan mengubah berat badan, ada juga yang sebatas mengisi kegiatan, atau untuk hangout dengan gang masing-masing (asik). Nah, sadar atau tidak, olahraga sebenarnya sangat efektif mem-boost mood kita bahkan dalam faktor kebosanan yang paling ekstrim.
Sebagian orang yang sangat jarang traveling karena berbagai faktor, terpaksa harus menghadapi pekerjaan setiap hari. Lalu bagaimana? Dalam keadaan yang sangat mengikat seperti ini pun, perasaan negatif (rasa bosan, khawatir, iri, jengkel) bisa hilang sekejap dengan olah raga.
Selain murah, impact yang di dapat sangat ampuh (menurut gw paling ampuh) plus manfaat lain dari aspek kesehatan dan penampilan juga dapet.
Kalau gw boleh sok tau bentar aja, kejenuhan itu berhubungan dengan aliran darah yang jenuh. Supaya gak jenuh, harus dipacu mengalir deras dengan olah raga.
Tapi ingat, semuanya itu mesti seimbang dengan pola makan dan tidur yang cukup.
Konklusi
Ok, jadi itu tadi 4 hal seputar menghadapai rasa bosan. Sebenarnya rasa bosan itu tidak bisa dihindari. Semua hal pasti akan sampai ke titik bosan, namun tidak selalu berarti bahwa kita harus quit, karena bisa jadi kita harus refreshing sebentar, olah raga, atau ya memang kita harus quit jika tidak ada jalan lain. Apapun itu yakinlah bahwa setiap orang punya masalah, jadi mungkin dengan bersyukur dan berdoa kita bisa stay alive and stay confident. Good luck !
Komentar
Posting Komentar